Di Indonesia terdapat lembaga khusus yang bertugas untuk mengamati cuaca yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memiliki stasiun cuaca yang bertugas untuk mengamati dan mencatat aktivitas cuaca meliputi suhu udara, kelembapan udara, tekanan udara, curah hujan, angin dan aktivitas awan.

Penyebaran stasiun cuaca di Indonesia tidak merata karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lautan, pegunungan, dan perbukitan, sehingga untuk daerah yang susah dijangkau stasiun cuaca pengumpulan informasi cuacanya dapat terhambat. Untuk itu BMKG biasanya menggunakan radiosonde yang diterbangkan dengan balon udara sebagai perangkat yang digunakan untuk melakukan pengamatan udara untuk daerah yang susah dijangkau, sekaligus dapat mengamati kondisi udara atas.

Radiosonde mengukur parameter atmosfer seperti suhu udara, kelembapan udara, dan tekanan udara. Penggunaan radiosonde biasanya digunakan hanya untuk sekali pengamatan, dikarenakan balon udara akan pecah di udara akibat dari tekanan udara di dalam balon yang semakin tinggi seiring dengan bertambahnya ketinggian.

Untuk itu Tim MKG merancang Drone yang disebut MeteoDrone yang dapat melakukan pengamatan cuaca diberbagai lokasi. Drone akan dilengkapi dengan sensor-sensor yang dapat mengamati kondisi udara atas. Sensor yang akan digunakan yaitu sensor DHT22 yang dapat membaca suhu udara dan kelembapan udara, sensor BME280 yang dapat membaca tekanan udara.

Skema perakitan drone dimana semua ESC yang dihubungkan dengan motor, dihubungkan ke flight control dan flight control dihubungkan ke Receiver. Drone yang telah menjadi kesatuan selanjutnya digerakan oleh transmitter dengan metode pengiriman sinyal sehingga dapat memberikan perintah pada multirotor untuk bermanuver. Drone memiliki penggerak berupa putaran motor di setiap lengan untuk melakukan hover. Pergerakan rotor tersebut diatur oleh flight control yang terhubung ke penerima sinyal atau receiver yang menerima sinyal dari Transmitter. Tiap drone memiliki konfigurasi motor yang berbeda berdasarkan putaran motor.

Perancangan mini Stevensonscreen

Rangkaian sensor suhu, kelembapan dan tekanan

Drone dilengkapi dengan sensor-sensor yang digunakan untuk mengukur atau mengambil data kondisi udara. Sensor DHT22 digunakan untuk mengukur suhu udara dan kelembapan udara, hasil keluaran merupakan suhu dalam derajat celcius, dan kelembapan dalam persen (%). Sensor BMP digunakan untuk mengukur tekanan udara, hasil keluarannya merupakan nilai tekanan udara dalam hPa (hectopascal). RTC (Real-Time Clock) merupakan jam dengan tenaga baterai yang akan menunjukkan tanggal dan waktu yang akurat. Modul micro-SD digunakan sebagai penyimpanan data berupa kelembapan, suhu, dan tekanan. Arduino Nano sebagai microcontroller, yang berfungsi sebagai papan kendali untuk pengambilan data berupa suhu, kelembapan, dan tekanan.